Aktivitas

Unjuk Kreasi Budaya Nusantara : Cinta Indonesia

Kebinekaan budaya nusantara menjadi symbol kekayaan dan keragaman bangsa Indonesia. Cinta Indonesia harus mengenal dan menghargai seluruh produk budaya nya. Dari berbagai penjuru daerah di Nusantara, PFS menunjukkan budaya lokalnya. Dari Aceh hingga Papua yang menunjukkan budaya lokalnya dengan penuh semangat. Mereka berkumpul dan berkolaborasi menunjukkan kreatifitasnya. Mewujudkan suatu replika kecil Indonesia yang damai, sejahtera dan berbudaya.


Antusias yang sangat tinggi dari semua peserta menjadikan acara ini sangat meriah dan membanggakan. Terbukti dengan perlengkapan pentas yang dibawa seperti kostum, alat musik dari daerah masing-masing, serta perlengkapan lainnya. Ada 18 penampilan dari peserta gathering, dimana penampilan tersebut berdasar pada kelompok universitas maupun wilayah. Adapun urutan tampil acara perform seni budaya Indonesia dilakukan dengan pengambilan nomor urut secara acak, dengan hasil sebagai berikut: UNPATTI, UNSRI, UI, REG. MALANG, UNMUL, ITK, UNSOED, UNIPA, UNDIP, UNCEN, UNHAS, SURABAYA, UNSYIAH, UGM, IPB, USU, UTS, ITB


Adapun kesenian daerah dari masing-masing kelompok yang ditampilkan adalah sebagai berikut:


1) UNPATTI - Universitas Pattimura
Tim Unpatti mementaskan 2 kesenian daerah yaitu Tarian Timba Laur atau Tarian Obor, Tarian Orlapei dan Goyang Metikei. Tarian Obor merupakan tarian yang masih dilestarikan dan biasa dibawakan saat pembukaan acara maupun persembahan. Gerakannya merupakan simbolik warga dalam memperoleh kekuatan mengatasi hama perusak tanaman dan harapan diberikan kesuburan serta hasil panen yang baik.


Tarian Orlapei merupakan tarian tradisional Maluku yang merupakan bentuk ucapan selamat datang serta kerap dipentaskan dalam penyambutan para tamu undangan. Tarian ini menggambarkan suasana hati yang riang gembira dari seluruh masyarakat atas kedatangan tamu kehormatan di desanya. Sedangkan Goyang Metikai adalah tarian bentuk kegembiraan nelayan dalam menyambut air surut di bulan Agustus.


2) UNSRI - Universitas Sriwijaya
Dengan jumlah personil 13 orang, UNSRI membawakan puisi yang bercerita tentang Kota Palembang, dilanjutkan dengan Tarian Ya Sam An dan ditutup dengan menyanyikan lagu Kebyar-kebyar. Tari Ya Sam An merupakan salah satu tarian khan Sumatera Utara. Tarian ini bercerita tentang seorang pemuda yang mengagumi kecantikan gadis Palembang. Selain itu tarian juga menjelaskan mengenai pariwisata kota Palembang.


3) UI - Universitas Indonesia
Tim Universitas Indonesia yang berjumlah 5 orang personil mementaskan 2 jenis kesenian yaitu Pantun Betawi dan Tari Nandak Ganjen.
Tari Nandak Ganjen diciptakan pada tahun 2000 sebagai sebuah tarian kreasi yag menceritakan seorang gadis belia yang baru menanjak dewasa. Tarian ini menceritakan tentang keceriaan remaja yang dibarengi kemayu dan centilnya yang terkadang berujung pada tingkah dan sikap yang lucu. Tarian ini adalah bentuk ungkapan suka cita dan kebebasan kaum muda.
Arti kata "Nandak" dalam bahasa Betawi adalah menari, sementara "Ganjen" berarti centil atau kemayu sehingga arti tarian tersebut adalah tarian yang centil atau menggoda.


4) REGIONAL MALANG - Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang
Regional Malang dengan 15 personilnya menampilkan 2 jenis kesenian yaitu Drama Asal mula Apel Malang dan Tari Kembang Genjret. Tarian ini merupakan tarian modern yang berkerangka dari Tari Topeng Malangan. Pola dan struktur tetap dari topeng malangan namun dikembangkan dan dimodififikasi dan dimainkan tanpa menggunakan topeng.


5) UNMUL - Universitas Mulawarman
Unmul di malam budaya ini menampilkan 3 jenis kesenian, yaitu Tari Kancat Lebo, Puisi mengenai lingkungan dan ditutup dengan menyanyi bersama Lagu Tanah Airku.
Tarian Kancot Lebo atau Tari Gong adalah tari tradisional suku Dayak pedalaman Kaimantan Timur. Tarian ini melambangkan keindahan, kepandaian dan kelemah lembutan wanita Kalimantan. Tari yang biasa ditampilkan untuk upacara adat dan penyambutan tamu-tamu kerajaan ini ditarikan di atas sebuah Gong dan menampilkan pesona burung Enggang yaitu burung khas Borneo.


6) ITK - Institut Teknologi Kalimantan
ITK menampilkan puisi yang berjudul Hitam Putih Kalimantan Timur, Dalam Goresan Pena Sobat Bumi Benua Etam.
Puisi ini bercerita tentang bangganya masyarakat Kalimantan Timur terhadap kekayaan alam yang dimikili Provinsi Kalimantan Timur. Namun seiring perkembangan zaman, tanpa disadari perlahan namun pasti kekayaan Kalimantan Timur semakin terkikis dan kehilangan indah panorama alamnya akibat adanya eksploitasi dan kerusakan alam karena ulah manusia yang tek bertanggung jawab.
Puisi ini juga berisi ajakan kepada seluruh pihak untuk senantiasa menjaga kelestarian alam dan budaya Kalimantan Timur pada khususnya dan mempertahankan kekayaan Indonesia pada umumnya.


7) UNSOED (10P 3L) - Universitas Jenderal Soedirman
Unsoed menampilkan kesenian daerah yaitu Sendra Tati Lengger. Meskipun para penerima beasiswa tidak memiliki basic penari, tetapi mereka sudah berusaha keras untuk bisa menarikan tarian ini dengan baik. Inti cerita Sendra Tari Lengger ini yaitu penari lengger yang diperebutkan oleh 2 orang pria satu pangeran dan satu preman, dan dalam perjalanan ceritanya yang berhasil mendapatkan cinta penari lengger yaitu sang pangeran.


8) UNIPA - Universitas Papua
Tarian Perdamaian dibawakan oleh penerima beasiswa yang berjumlah 5 orang dari Unipa Manokwari Papua. Tarian perdamaian menceritakan tentang perdamaian setelah terjadinya peperangan. Tarian ini juga bertujuan untuk menyambut suku-suku yang datang pada saat ada acara perjamuan perdamaian.

9) UNDIP - Universitas Diponegoro
Dengan jumlah personil yang cukup banyak yaitu 14 orang, tiam UNDIP mementaskan Drama Rakyat, Lagu Khas Lir-ilir dan Tarian Denok Semarang yang diiringi oleh musik Gambang Semarang.
Tarian ini menggambarkan kelincahan dan keriangan seorang Denok (sebutan khas untuk anak wanita atau gadis Semarang).


10) UNCEN - Universitas Cendrawasih
UNCEN menampilkan Tari Aku Papua dan Pangkur Sagu. Tarian Aku Papua menceritakan bagaimana masyarakat papua yang hidup bercocok tanam, salah satunya adalah mereka menjaga, merawat dan tanaman sagu yang merupakan makana khas masyarakat orang papua dimana kaum pria mainkan peran bagaimana suasana mereka menjaga dan merawat sekeliling tempat mereka bercocok tanam sagu, sedangkan kaum wanita mereka mainkan peran yang menceritakan tanah papua yang indah, seluas tanah sebanyak batu adalah harta harapan dan juga bersama angin dan bersama daun mereka hidup dan tumbuh. Hitam Kulit Keriting Rambut "Aku Papua".
Sedangkan Tarian Pangkur Sagu/ Tokok Sagu merupakan kelanjutan cerita dari masyarakat papua yang mana telah bercocok tanam sagu dengan usaha dan jeri payah meraka menjaga dan merawat tanaman sagu tersebut. Tarian ini mencerita tentang ekspresi masyarakat papua bagaimana suasana hati meraka yang bersuka cita dan bergembira karena meraka akan memanen hasil tanam mereka. Dan juga menceritakan bagaimana kaum pria pangkur/menokok sagu dan kaum wanita memeras hasil pangkur/tokok sagu.


11) UNHAS - Universitas Hasanuddin Tim dari Unhas memantaskan 3 kesenian daerah, yaitu Anggaru, Tari Mappadendang dan Nyanyian Toraja Marendeng.
Anggaru merupakan sumpah setia prajurit kepada rajanya pada masa Kerajaan Gowa Makassar di masa lalu. Hal ini menggambarkan komitmen dan keberanian pemuda Makassar.
Tari Mappadendang yaitu tari yang menggambarkan rasa syukur dan gembira masyarakat dalam menyambut masa panen. Nyanyian Toraja Marendeng merupakan nyanyian masyarakat Toraja yang menggambarkan rasa cinta masyarakat Toraja terhadap kampung halaman yang memiliki sungan dan pegunungan. Walaupun mereka merantau jauh mereka akan tetap ingat dan kembali ke Tana Toraja.


12) Regional Surabaya
Gabungan dari 2 Perguruan Tinggi yaitu Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Regional Surabaya mementaskan drama perjuangan perebutan Kota Surabaya.
Dalam drama tersebut menceritakan seluruh rakyat Surabaya bersama-sama saling bahu-membahu dalam menghadapi penjajah. Akhirnya perlawanan mencapai puncaknya dengan mengobarkan semangat PERJUANGAN untuk mempertahankan kemenangan, di sisi lain suara lantang semangat kemerdekaan sedang bergemuruh di setiap pojok-pojok kota Surabaya. MERDEKA...MERDEKA...!!! Dengan di iringi semangat yang di kobarkan dalam sanubari setiap pejuang dan akhirnya para penjajah berhasil di kalahkan dalam Pertempuran 10 November.


13) UNSYIAH - Universitas Syiah Kuala
Tim Unsyiah menampilkan kesenian yang sangat apik. Sebauh tarian yang berjudul Tarian Ratoh Jaroe yag berati Jemari yang menari. Tarian ini merupakan tarian puji-pujian kepada Allah SWT, biasanya dimainkan dengan cara duduk mengkuti syair lagu yang dinyanyikan. Tarian tanpa musik ini begitu memikat hati dan tepuk tangan para penonton. Tarian tanpa musik yang dilakuan dengan gerakan yang membutuhkan latihan ekstra dan kekompakan yang luar biasa ini berhasil merebut juara ke 2 dalam malam seni budaya.


14) UGM - Universitas Gadjah Mada
UGM menampilkan drama tari Hanoman Obong yang mengambil cerita dari salah satu plot dalam Ramayana, dimana Shinta diculik dan dijebak oleh Rahwana. Terjadilah pertemupuran yang sangat hebat antara Anoman dan Rahwana. Pada akhir cerita, Anoman yang diutus oleh Rama berhasil mengalahkan Rahwana dan Shinta kembali kepada Rama.


15) IPB - Institut Pertanian Bogor
Pentas dari IPB diwakili seorang penari dengan menampilkan Tari Merak. Tari Merak berasal dari tanah pasundan. Gerakan merak yang anggun dan mempesona tergambar dari gerakan Tari Merak yang penuh keceriaan dan keanggunan. Pakaian yang dipakai penarinya memiliki motif seperti bulu merak. enari juga menggunakan mahkota yang makin menambah motif burung merak.


16) USU - Universitas Sumatera Utara
USU menampilkan 2 kesenian yang melibatkan semua personilnya. Yang pertama Puisi mengenai Bumi Pertiwi yang dibawakan oleh 2 personil tim, dan lainnya mementaskan Tarian Sihutur Sanggul.
Tarian Sihutur Sanggul berasal dari Batak Toba, tujuannya untuk penyambutan tamu dan upacara-upacara adat. Tarian ini mengikuti alunan irama dari alat musik Gondang.


17) UTS - Universitas Teknologi Sumbawa
Tim UTS memantaskan drama musikal rakyat Sumbawa yang berjudul "Kisah Lala Jinis dan Lalu Diah". Drama yang dibawakan terlihat dipersiapkan sangat matang baik dari segi naskah dan ketepatan musiknya.
Drama ini berkisah tentang kisah cinta Lala Jinis anak dari Baginda Raja di Kerajaan Seran yang berada di bagian barat pulau Sumbawa. Raja dan ratu berniat menikahkan Lala Jinis dengan Ran Pengantan yang bersifat kasar. Lala jinis yang tidak setuju pada perjodohan itu akhirnya kabur dari istana menemui Lalu Diah kekasihnya. Kemudian terjadilah perkelahian antara Lalu Diah dengan Ran Pengantan dan Ran Pengantan terbunuh. Akhirnya Lala Jinis dan Lalu Diah hidup bahagia bersama.


18) ITB - Institut Teknologi Bandung
Pentas seni yang ditampilkan oleh tim dari ITB ada 4 macam, yaitu Tari Lagu Tokecang, Silat Cimande, Puisi Bumi Pertiwi dan Lagu Manuk Dadali. Kesenian yang dibawakan secara medley ini dikemas apik oleh tim ITB. Tarian yang dibawakan menggambarkan keceriaan serta kelincahan pemuda dan pemudi Indonesia terhadap lingkungan dan cinta damai. Tujuan menarikan tarian ini yaitu sebagai pengingat peran pemuda pemudi dalam menjaga kelestarian bumi secara bersama-sama.