Aktivitas

Sobat Bumi Indonesia Peduli Lombok

Gempa bumi melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kerusakan, kerugian material, korban dengan luka ringan, berat, hingga korban jiwa sebagai dampaknya. Gempa berskala 6,4 Skala Lichter pada Minggu, 29 Juli 2018 itu menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, dan menjadi duka bagi kita semua. Sobat Bumi Indonesia mengajak masyarakat khususnya para anggota dan komunitas lainnya kepada korban gempa di Lombok.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu (15/8) korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 SR di Lombok, NTB mencapai 460 orang. Bertambahnya jumlah korban dikarenakan laporan pendataan yang semakin masif.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pernyataan resmi menyebut korban luka-luka sebanyak 7.773 orang. Sebanyak 959 orang menderita luka berat dan menjalani rawat inap. Sisanya, 6.774 orang mengalami luka ringan dan melakukan rawat jalan.

Sutopo menambahkan, sejauh ini BNPB mencatat total jumlah pengungsi yang terdapat di Kabupaten Lombok dan Kota Matara mencapai 417.529 orang. Sebanyak 187.889 pengusngsi adalah laki-laki dan 229.640 perempuan. Pengungsi terbanyak ada di Lombok Utara sementara paling sedikit di Kota Mataram Sementara itu, BNPB menyatakan hingga hari ke sepuluh penanganan gempa, kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh gempa bumi terus bertambah. Berdasarkan basis data terakhir, kerugian ekonomi tembus Rp 7,45 triliun.

Sobat Bumi Indonesia telah melakukan penghimpunan dan penyaluran bantuan donasi untuk korban gempa Lombok. Penyerahan bantuan berpusat di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Dengan dua titik posko pengungsi yakni di dusun Jugil Barat dan dusun Lempajang Atas.

Penyerahan bantuan yang diberikan dalam bentuk: beras, mie instan, minyak goreng, sayur-sayuran, gula, air minum, cerigen dengan air bersih, popok bayi, popok lansia, perlengkapan bayi, obat-obatan beserta pakain layak pakai.

Semua donasi yang terhimpun sudah tersalurkan. Terimakasih kepada semua donatur. (report : Khasemy Rafsanjany)