Aktivitas

Character Building Pertamina Foundation Scholars 2018

Pertamina Foundation Scholars (PFS) adalah sebutan untuk penerima beasiswa Program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi. Sejumlah 263 PSF dari 24 Perguruan Tinggi yang tersebar di Indonesia berkumpul di Coban Rondo-Malang untuk mengikuti Character Building yang diselenggarakan oleh Pertamina Foundation. Kegiatan selama 4 hari (tanggal 28 - 30 April 2018) mengusung tema "Integrity for Green Nusantara".


Program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi adalah bantuan biaya pendidikan yang diberikan oleh PT. Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik dan kepedulian terhadap lingkungan agar siap menjadi kader pemimpin yang ramah lingkungan. Untuk membangun karakter budaya ramah lingkungan, Pertamina Foundation memberikan pembekalan, peningkatan kapasitas dan stimulant aksi sobat bumi kepada PFS. Penerima beasiswa Sobat Bumi tergabung dalam komunitas Sobat Bumi.


Sobat Bumi ini adalah sebuah nama komunitas penggiat pelestarian lingkungan yang diinisiasi oleh Pertamina Foundation dimana awalnya beranggotakan penerima beasiswa sobat bumi saja. Apakah dengan beasiswa mahasiswa baru bisa bergerak untuk peduli lingkungan? Tentu tidak. Seorang mahasiswa dengan jiwa pemuda yang peduli akan lingkungan patut diapresiasi dengan memberikan beasiswa untuk terus menyalurkan bakat dan sejuta impiannya untuk menuangkan semua ide-ide luar biasanya demi Indonesia yang mendunia akan karya-karya anak bangsanya. Hal seperti ini perlu ditiru oleh semua instansi diseluruh Indonesia cara menjaga anak bangsanya untuk tetap cinta kepada Indonesia dan peduli akan masa depan bangsanya.


Character Building dilaksanakan dalam 2 bentuk yaitu inclass training dan outbound training. Materi Pertama yaitu Membangun Jiwa Ramah Lingkungan yang disampaikan oleh Bapak Joko Ardi (Ketua Umum Relawan Indonesia Untuk Kemanusiaan). Materi ini bertujuan untuk mengajak generasi muda menjadi generasi yang bertanggungjawab dibanding generasi sebelumnya. Mengajak mereka semakin ramah lingkungan, mengajak mereka mencari solusi dan sharing solusi. Peserta dikenalkan metode gaya hidup ramah lingkungan. Menumbuhkan sikap ramah lingkungan harus tumbuh dari diri kita sendiri, kita harus sadar bahwa "saya adalah bagian dari lingkungan".


Seorang Sobat Bumi adalah pecinta tanah air. Mencintai bumi pertiwi dan tanah airnya. Membangun jiwa Nasionalisme yang disampaikan oleh Wahyu Aji - CEO Good News From Indonesia. Nasionalisme menjadi benteng kekuatan bangsa. PFS merupakan remaja yang sedang tumbuh (generasi millennial) peka, kritis namun juga mudah terpengaruh lingkungan sekitar. Perkembangan teknologi dan globalisasi menjadikan generasi muda rentan terpengaruh budaya asing yang tidak bertanggungjawab. Pengaruh negative dari budaya asing potensial melunturkan nasionalisme dan jati diri para pemuda sehingga kedepan dapat merapuhkan pilar bangsa Indonesia.


Kemandirian merupakan salah satu tujuan dari program beasiswa sobat bumi. PFS harus inovatif, penuh inisiatif dan mandiri. Lulus kuliah tidak menjadi beban tetapi mampu mandiri dengan jiwa kewirausahaan bahkan justru menjadi pionir untuk menciptakan lapangan kerja. Materi "Green Entrepreneurship" yang akan disampaikan oleh tokoh muda dr. Gamal Albinsaid - CEO Indonesia Medika, diharapkan mampu menginspirasi dan sekaligus menjadi sumber energy untuk memulai berwirausaha. Konsepsi Entrepreneur yang diusung adalah berwawasan lingkungan atau green entrepreneur. Wirausahawan yang berwawasan lingkungan yaitu mempunyai pola pikir, sikap dan tingkah lakunya semuanya berwawasan lingkungan. Berlandaskan pada itu semua maka entrepreneur tersebut akan menghasilkan produk dan jasa yang juga ramah lingkungan dan mengarah pada kelestarian lingkungan. Yang paling penting mempunyai komitmen untuk bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.


Kepemimpinan harus dibangun sejak dini, dimana pemimpin tidak dapat hadir secara tiba-tiba. "Green Future Leader" merupakan kepemimpinan ideal di masa milenial atau masa depan. Bagaimana idealnya menjadi pemimpin masa depan akan disampaikan oleh Soedjitno Irmim. Materi ini bertujuan untuk membentuk figur seorang pemimpin yang memiliki kemampuan menginspirasi masyarakat luas, agar lebih memperhatikan aspek kelestarian dalam pemanfaatan sumberdaya alam. Bagaimanakah mengedukasi generasi millennial menjadi green future leader? Bagaimankah peran generasi millennial menjadi green future leader di era Revolusi 4.0?







Materi Kelima yaitu wawasan Kebangsaan disampaikan oleh Nur Afandy - Kapten Inf. Rindam V/ Brawijaya . Wawasan kebangsaan adalah cara pandang warga negara untuk bisa mewujudkan dan membangun bangsa men jadi lebih baik. Peserta kegiatan yang semuanya merupakan generasi muda bangsa setidaknya harus cerdas menilai, bertindak dan menghadapi permasalahan yang terjadi saat ini. Masalah yang dihadapi saat ini bukan lagi perang yang menggunakan senjata melainkan perang yang tidak terlihat, seperti : narkoba yang penyearannya merajalela, perang antar bangsa karena produk-produk yang bersaing, perang sosial media dan masalah lain yang muncul karena adu domba. "Berbedaan itu kekuatan, jangan dijadikan perbedaan hal yang bisa menghancurkan negara dan bangsa".