Aktivitas

Kisah Alfred Lulusan Beasiswa Pertamina IIT yang berkuliah di Yangzhou China

Alfred, begitulah ia biasa dipanggil oleh teman-temannya. Pria bertubuh kecil itu memiliki semangat dan cita-cita yang besar. Terbukti dari keberhasilannya mendapatkan beasiswa semenjak sekolah SMAN 10 Malang hingga ke perguruan tinggi di Cina, padahal sebelumnya Alfred ketika berumur 7 tahun adalah penjual sayur pakis di negeri tetangga Malaysia, lebih tepatnya di Sandakan, negara bagian Sabah.

Alfred ketika itu adalah seorang anak kecil berdarah Indonesia yang lahir di negeri tetangga karena kedua orang tuanya merantau ke Malaysia untuk mencari rezeki. Banyak anak-anak Indonesia yang senasib dengan Alfred di Malaysia ini, jumlanya hingga puluhan ribu. Masa kecil Alfred ketika itu sebagai mana anak-anak lain di lingkungannya, bermain dan bersekolah. Alfred bersekolah di tadika (sebutan TK di Malaysia) ketika berumur 5-6 tahun bersama anak-anak yang berusia sebaya denganya, Namun pada umur 7 tahun, Alfred tidak lagi bisa bersekolah di sekolah milik pemerintah Malaysia karena bukan merupakan warga negara Malaysia, untuk bersekolah di sekolah swasta kedua orangtuanya tak sanggup untuk membiayainya.

Beruntung Alfred memiliki orangtua yang sangat peduli terhadap pendidikan. Orang tua Alfred yang bernama Hendrikus Ola Wuran dan Maria Somi Doni terus memutar otak agar Alfred dapat bersekolah, pilihan satu-satunya ketika itu adalah memulangkan Alfred kembali ke Indonesia, meskipun untuk kembali ke kampung memerlukan biaya yang tidak sedikit bagi mereka. Demi menjaga semangat untuk bersekolah, Alfred sering pergi ke pasar untuk berjualan sayur pakis, laba yang dikumpulkan sedikit demi sedikit tersebut diniatkan untuk membiayai perjalanan pulang ke Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Adonara, Beberapa waktu kemudian setelah uang terkumpul, Alfred beserta kedua orangtuanya berlayar ke Indonesia. Sesampainya di Adonara, Alfred tinggal bersama neneknya untuk sambil bersekolah SD. Sementara itu orangtuanya harus kembali lagi ke Malaysia untuk lanjut bekerja. Setelah lulus dari tingkat sekolah dasar, Alfred menyusul ke Malaysia untuk membantu orangtuanya. Masih berstatus sebagai pendatang tak resmi di negeri tetangga, kehidupan Alfred dan keluarganya serba tak bebas, apalagi Alfred dan keluarga tinggal di perkotaan yang razia merupakan aktivitas rutin yang diselenggarakan pihak berwenang di sana.

Alfred melihat peluang untuk bisa kembali bersekolah sejak Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) hadir di Kota Kinabalu pada tahun 2008. Sekolah yang didirikan oleh Pemerintah Indonesia melalui kerjasama Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Luar Negeri tersebut adalah usaha pemerintah untuk memfasilitasi pelayanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Sabah-Malaysia. Bisa kembali bersekolah di jenjang SMP merupakan kebahagiaan luar biasa bagi Alfred, keluarganya pun mendukung Alfred untuk kembali bersekolah. Alfred tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan selau berusaha menjadi yang terbaik selama belajar di sekolah.

Pertamina Foundation yang melihat dan mengetahui kesulitan anak-anak Indonesia di Sabah memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMA di Indonesia. Alfred pun mengikuti seleksi dan berharap agar bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Sayangny, nama Alfred sebenarnya tidak termasuk di dalam daftar anak-anak yang mendapatkan beasiswa dari Pertamina untuk bersekolah di Indonesia. Alfred tentu sedih karena sangat ingin untuk mendapatkan kesempatan bersekolah di Indonesia dengan harapan tidak lagi merepotkan orangtua. Beberapa hari setelah pengumuman, Alfred mendapatkan berita yang membuatnya sangat gembira. Alfred mendapat kabar dari gurunya bahwa salah satu temannya membatalkan diri untuk ikut serta dalam program beasiswa ke Indonesia, dan nama berikutnya yang ada dalam calon penerima beasiswa adalah Alfred. Alfred tak menyangka gurunya akan memberitahukan sebuah berita gembira yang sampai sekarang ia selalu syukuri.

Berita gembira ini pun sampai ke telinga orangtua Alfred, mereka pun dengan suka cita bergembira mendengar berita tersebut. Meskipun perasaan sedih juga menghampiri mereka karena harus berpisah dengan anaknya. Orangtua Alfred merasa ini adalah kesempatan baik untuk anaknya dan mendukungnya untuk terus melanjutkan sekolah di Indonesia. Langkah Alfred beserta 9 anak lain yang memasuki jenjang SMA melalui beasiswa dari Pertamina Foundation merupakan kebahagiaan orangtua, guru-guru, dan anak-anak Indonesia di Sabah. Keberhasilan mereka untuk pulang kembali bersekolah di Indonesia menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas mereka di Sabah.

Alfred ditempatkan di SMAN 10 Malang, di sekolah ini Alfred nampak terlihat sangat aktif dengan mengikuti berbagai kegiatan seperti Paskibra dan Robotik. Dalam kegiatan paskibra Alfred sempat mendapatkan beberapa penghargaan tingkat sekolah, sedangkan dalam kegiatan robotik Lego Mind Storm tingkat Nasional Alfred berhasil meraih peringkat terbaik ke-4. Melanjutkan kuliah ke jenjang pendidikan tinggi adalah mimpi banyak orang, termasuk juga mimpi Alfred. Melalui SBMPTN ia dinyatakan lolos untuk melanjutkan pendidikan di salah satu universitas negeri di Indonesia dengan beasiswa penuh. Bersamaan dengan info tersebut, teman-temannya di Malang mengabarkan padanya bahwa dirinya juga diterima untuk melanjutkan studi di Yangzhou Polytechnic Institute jurusan elektronika, bukan hanya diterima, Alfred pun mendapatkan beasiswa dari negeri Cina. Gembira dengan dua berita baik ini ia pun langsung menelepon orangtuanya untuk meminta saran, dengan berbagai pertimbangan Alfred pun memilih untuk melanjutkan studi di Cina, dua temannya semasa bersekolah di Sabah pun ternyata terpilih juga, mereka adalah Maradona (jurusan Statistika) dan Herlina (Petroleum Enginering).

Alfred dan teman-teman yang berkuliah di Cina bisa belajar banyak selain materi pelajaran, mereka pun menjadi terbiasa untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan, beberapa kuliah malah menggunakan bahasa pengantar mandarin. Meskipun sulit pada awalnya, mereka menjadi terbiasa dan mampu mengikuti perkuliahan dengan baik. Alfred pun berharap adik-adik kelasnya, anak-anak Indonesia di Sabah untuk memiliki kesempatan yang sama dengannya, ia pun menyampaikan pesan agar adik-adiknya terus bersekolah dan selalu memersiapkan diri sebaik mungkin. "Persiapkan masa depan yang baik sedini mungkin agar kita tidak salah melangkah" begitu ujarnya.